Selasa, 27 November 2012

SPIY Dideklarasikan


Esensi sumpah pemuda ialah persatuan lintas pemuda etnik demi terbangunnya negeri tercinta di tengah pusaran zaman. Seakan mendapat spirit solidaritas dan kesatuan, berbagai elemen pemuda Islam (KAMMI, HMI, PII, IMM, dan FSLDK) bersepakat mendirikan Sarekat Pemuda Islam Yogyakarta (SPIY) yang dideklarasikan hari ini, Rabu, 26 Oktober 2011 di PDM Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Agenda ini bersamaan dengan dihelatnya diskusi “Palestina Merdeka” bersama Mashudi Muqqarabin (Dosen UMY).

Isu Palestina ini sebagai titik awal untuk mengkaji berjama’ah isu strategis keIslaman bersifat aktual dan problematik dengan SPIY sebagai ruang aktualisasinya. Adapun pola gerak lain untuk penyikapan persoalan Palestina yang kina mengajukan proposal kemerdekaan ke PBB ialah, SPIY akan melakukan aksi membentuk parlemen jalanan di Tugu Jogja, 27 Oktober 2011. Demonstrasi ini sebagai medium kampanye gagasan untuk mengkampanyekan ke khalayak ramai agar memberikan dukungan moral ke negeri para Nabi tersebut. Sekaligus mengabarkan bahwa kasus Israel versus Palestina tak semata persoalan agama tetapi juga krisis kemanusiaan yang menggejala.

Pengiriman surat dan hasil kajian tentang Palestina ke duta besar negara sahabat seperti Singapura dan Thailand yang hingga kini belum mengeluarkan keputusan atas status Palestina, juga akan dilakukan agar turut serta menciptakan perdamaian dunia yang abadi tanpa penjajah. Indonesia mempunyai utang sejarah pada Palestina. Tempo dulu saat negeri ini deklarasi negara timur tengah yang mengakui eksistensi Indonesia selain Mesir ialah Palestina, melalui muftinya Adian Husaini yang kala itu berkunjung ke Indonesia. Kini sudah saatnya kita membalas jasa ini, dengan inisiatif gerakan pemuda agar tak berfikir layaknya katak dalam tempurung. Tetapi berskala global agar mampu merespon problematika kontemporer. Penggalangan dana dan mencerahkan publik melalui forum diskusi ialah langkah konkret yang dapat kami lakukan sesuai dengan wilayah dan perannya dalam level kehidupan. Salam pemuda, salam pembebasan.


Vivit Nur Arista Putra
Aktivis KAMMI Daerah Sleman


Rabu, 07 November 2012

Berqurban Bukti Cinta Sesama



Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia komisariat Universitas Islam Indonesia (KAMMI UII) melakukan rangkaian kegiatan dalam rangka merayakan idul adha 1433 H di Desa Tunggul Arum. Agenda bertemakan “Semangat Berqurban, Bukti Cinta Sesama Umat” diisi dengan berbagai acara yaitu dongeng untuk anak-anak, penyembelihan hewan qurban, Tablig Akbar dan beberapa perlombaan untuk anak-anak TPA An Nuur dan TPA Lanjutan (remaja) Mutiara Senja. Perlombaan anak-anak meliputi lomba adzan, lomba mewarnai, lomba kaligrafi, lomba takbiran, lomba baca puisi, lomba merangkai doa, lomba menyusun huruf hijaiyah dan lomba teka-teki islam.


Kegiatan di desa mitra KAMMI UII ini berlangsung 9-10 Dzulhijah 1433 H bertepatan pada tanggal 25-26 Oktober 2012. Lomba mendongeng anak-anak diikuti sekitar 60 peserta mulai dari jenjang pendidikan PAUD hingga SMP. Kompetisi ini bertujuan mengasah kemampuan mental maupun akademik peserta serta menumbuhkan rasa kerjasama dan berbagi antarpeserta. Untuk tablig akbar diikuti oleh bapak-bapak, ibu-ibu, remaja sampai anak-anak dengan jumlah sekitar 200 peserta. Materi yang disampaikan yaitu tentang refleksi berqurban dan cara memaknai hidup. Materi ini disampaikan sebagai suplemen bagi peserta supaya dapat ikhlas dengan semua ketentuan atas perintah Allah dan dapat menjalani hidup dengan sebaik-baik umat muslim.

Adapun penyembelihan hewan qurban, KAMMI UII menyalurkan 5 hewan qurban berupa kambing atas nama Ahmad Fathir Dean Ariandi, Sutarni Wadjo, Setyaningsih, Duhita Aninditayasha (istri Edo Segara) dan iuran pengurus KAMMI UII. Hewan qurban di desa Tunggul arum berjumlah 11 yang semuanya berupa kambing dan dibagi ke 4 Rukun Tetangga (RT).

Idul adha merupakan hari raya kedua bagi umat muslim di dunia. Di hari ini banyak umat Islam berbondong-bondong berbagi untuk meringankan beban saudaranya. Idul adha bertepatan dengan diselenggarakannya rukun islam yang ke lima yaitu haji. Selain itu, ajuran untuk berkurban dilaksanakan sebagai bentuk refleksi ketika Nabi Ibrahim a.s dengan ikhlas mengorbankan anaknya Ismail yang begitu sholeh dan juga sudah lama dinanti. Kepatuhan Nabi Ibrahim a.s itulah yang menjadi keteladanan umat muslim di dunia. Selain itu, kepatuhan Ismail, yang merelakan dirinya sendiri semakin memperkuat keteladanan bagi mereka untuk mejadi umat yang harus selalu tunduk dan patuh terhadap Allah SWT.


Semangat berqurban semoga selalu menjadi bentuk rasa syukur kita kepada Allah dengan cara saling berbagi sesama muslim. Sebagaimana Allah firmankan dalam al-Qur’an yang artinya:
“Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) kepadamu nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)” (QS. Al Kautsar [108]: 1-3).

Semangat berqurban, semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang pandai bersyukur. Semoga berjumpa ditahun depan, 1434 H. Insyaallah.


Retno Harti
Kepala Departemen Sosial Masyarakat KAMMI UII 

Sabtu, 03 November 2012

Tour Dakwah KAMMI UNY



Kamis–Jum’at, 25–26 Oktober 2012 Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komsat UNY telah menyelesaikan 1 agenda tahunannya yakni bakti sosial Idul Adha. Tour Dakwah yang mengusung tema “Indahnya Berbagi dalam bingkai Idul Qurban” ini memilih tempat di dusun Bulu, desa Giripurwo, kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

“Daerah yang relatif sulit dijangkau ini dirasa tepat untuk dijadikan obyek penyaluran bantuan karena keadaan masyarakatnya menengah ke bawah” terang Kaharudin selaku Humas KAMMI UNY.

Tour Dakwah kali ini membawa enam ekor kambing ke lokasi yang diperoleh dari pelbagai donatur. Selain menyalurkan sembako, KAMMI UNY juga menggelar lomba bagi adik-adik TPA setempat. Adapun jenis lombanya terdiri dari hafalan surat pendek, cerdas cermat, dan mewarnai.

Rutinitas tahunan ini selalu diadakan untuk melatih rasa solidaritas sosial dengan menumbuhkan semangat untuk saling berbagi.


Asih
Aktivis KAMMI UNY

Training Kehumasan KAMMI UGM


          Untuk meningkatkan kapasitas pengurus KAMMI Komsat UGM mengadakan training kehumasan pada 12 Oktober 2012 di Islamic Centre Al Muhtadin. Mengisi kegiatan ini Edo Segara (Penulis buku Humas Gerakan) dan Vivit Nur Arista Putra (Humas KAMMI Daerah Sleman). Acara yang dihadiri internal pengurus KAMMI UGM ini berlangsung interaktif.

          “Konsistensi gerakan untuk menerbitkan buletin sedang diuji dengan adanya media online. Sebagai contoh adanya majalah cuma-cuma (bisa didownload) edisi online seperti majalah detik adalah untuk merespon perkembangan teknologi dan trend masa kini. Di kota besar seperti Jakarta, umumnya masyarakat punya gadget untuk membaca informasi online, sebagai selingan agar tidak melulu memikirkan macet. Buletin KAMMI pun harus bergerak di media online” pesan Edo.

          Eks humas PP KAMMI Pusat ini juga menyatakan, pengelolaan media juga harus mempunyai misi untuk menyampaikan kebenaran dan mencegah kemungkaran. Eksis tidaknya buletin atau media online juga menunjukkan eksistensi gerakan.

          Berperan sebagai pembicara kedua Vivit N.A. Putra menyampaikan tentang strategi tulisan menembuh media massa. “Ada beberapa hal yang patut diperhatikan sebelum kita menulis artikel ke surat kabar. Idiologi koran, rubrikasi, syarat penulisan, dan momentum” jelasnya. Mengirimkan realease dan dokumentasi kegiatan KAMMI di media massa selain mencitrakan gerakan ke luar juga dapat membangun relasi dengan para wartawan.

          Penulis lepas di media massa ini juga mengungkapkan untuk mengelola buletin, redaksi harus memperhatikan sasaran pembacanya. Jika buletin KAMMI orientasi pembacanya adalah masyarakat kampus, maka isu yang diulas pun harus berkaitan dengan kondisi kampus. Jika buletin menggagas tema artikel dan liputan beritanya berkait isu nasional, secara analisa dan peliputan lebih bagus media profesional. Sehingga pembaca lebih cenderung memilih surat kabar berkaliber nasional ketimbang buletin KAMMI.

          Perlu diingat corak gerak KAMMI Komsat adalah intelektual akademis. Isu yang diulas pun seyogianya berhubungan dengan realitas kampus. Sedangkan isu daerah dan nasional itu menjadi domain gerak KAMMI Daerah dan KAMMI Pusat.


Humas KAMMI Daerah Sleman
         

Aksi Proteksi dan Berdayakan Sektor Riil



          Yogyakarta, 22 Oktober 2012 - Badan Pusat Statistik (BPS) merealease pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,5 persen. Angka ini termasuk besar mengingat rata-rata negara Eropa hanya mencapai 5 persen lantaran krisis utang yang melanda Yunani merembet ke negara lain. Belum lagi konflik di timur tengah yang membuat pertumbuhan ekonomi di sana tidak stabil. Demikian juga negara adidaya Amerika Serikat, perkembangan ekonominya juga tersendat karena perkara kredit perumahan macet dan maraknya pengangguran.

          Serentetan problem ekonomi di muka membawa berkah bagi Indonesia karena para investor mengalihkan uangnya ke Indonesia. Walhasil besaran produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berjumlah Rp7.427,1 triliun (USD850 miliar). PDB merupakan perpaduan modal dalam negeri dan arus investasi asing yang masuk ke Indonesia. Progresifnya kinerja perekonomian memberikan efek domino positif atas pendapatan per kapita atas dasar harga berlaku menjadi Rp30,8 juta atau USD3.542,9, naik dibandingkan 2010 yang hanya Rp27,1 juta (USD3.010,1). Untuk menghitung penghasilan penduduk per bulannya digunakan rumus, PDB dibagi jumlah penduduk dibagi dua belas bulan. Hasilnya menurut BPS rata-rata warga negara Indonesia mempunyai pendapatan per bulan Rp2,56 juta. Berubahnya ekonomi Indonesia sempat mendapat sanjungan pejabat teras IMF Asia Pasifik.

          Namun pertanyaan kritisnya ialah, pertumbuhan ekonomi ini representrasi masyarakat yang mana? Benarkah rata-rata WNI berkocek 2,5 juta setiap bulannya? Lantas jika ekonomi kita naik kenapa gaji buruh tak kunjung dinaikkan. Bahkan buruh pabrik di Bekasi dan Tangerang harus turun ke jalan menuntut kenaikan upah diatas UMR Rp1.527.000 per bulan. Gaji ini pun masih dibawah angka 2,5 juta rata-rata penghasilan WNI versi Bank Dunia. Kenapa pula masih ada pedagang roti yang menjual hingga larut malam. Itu pertanda dagangannya tidak laku karena masyarakat tidak mampu membeli. Jika ditarik terus, mereka tak membeli karena tidak punya uang. Uang tidak dimiliki karena tiada pekerjaan. Bukan karena malas mencari, tetapi karena sedikitnya lapangan kerja.

          Ironisnya majalah Forbes (2012) melansir 40 orang kaya di Indonesia mengalami peningkatan kekayaan dari tahun sebelumnya. Akselerasi peningkatannya hingga 71 milyar dolar atau setara dengan Rp.655 trilyun atau sekitar 12 persen PDB tahun lalu. Jika dibandingkan dengan penerimaan negara kekayaan 40 orang itu bisa mencapai 60 persen. Terjadinya kesenjangan sektoral ini mununjukkan bahwa petumbuhan ekonomi Indonesia versi World Bank tidaklah adil karena arus perputaran uangnya 80 persen ada di pasar finansial dan tak diterima sektor riil. Padahal sektor riil yang terdiri dari UMKM merupakan penyelamat ekonomi Indonesia dari terjangan krisis global lampau karena pangsa pasarnya spesifik.

          “Internasional microfinance kali ini adalah momentum bagi pemerintah untuk mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah yang terbukti menyelematkan ekonomi Indonesia dari krisis ekonomi global. Maka KAMMI menuntut kepada pemerintah untuk berkomitmen dan konkrit menyuplai bantuan modal tanpa bunga ke sektor riil” teriak Aza dalam orasinya. Ke depan pemerintah harus lebih banyak menyuntik permodalan industri kreatif agar dapat mengembangkan usaha rakyat. Sehingga pertumbuhan ekonomi tak sekadar elitis dan mengawang-awang hanya dinikmati pengusaha kelas atas, tetapi dapat pula dicicipi kalangan akar rumput yang lebih mayoritas.

          Berpijak dari argumentasi di muka, KAMMI DIY menyatakan sikap:
1.    Menuntut kepada pemerintah untuk proteksi dan berdayakan UMKM dengan memberikan bantuan modal tanpa bunga kepada sektor riil.
2.    Membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya agar bertambahnya penduduk usia produktif di Indonesia tidak menjadi beban.
3.    Menuntut kepada pemerintah untuk menyediakan pupuk dan benih yang terjangkau bagi petani kecil agar mudah mengembangkan usahanya.

Dalam aksi ini aparat bertindak represif dengan menggiring massa aksi ke tempat parkir dirjen pajak, dan tak diperbolehkan aksi di depan hotel Sheraton. Puluhan aktivis KAMMI Yogya pun diperbolehkan pulang sebelum acara selesai. "Sikap represif aparat ini melanggar kebebasan menyampaikan pendapat. Kami mengkritik SBY karena kami cinta terhadap negeri ini dan agar pemerintah lebih baik lagi dalam mengelolanya" seru Taat selaku aktivis KAMMI UNY.


Humas KAMMI Sleman.





                                                                     




Diskusi Keummatan


        
          Diputarnya film the Innocent of Muslim produksi orang Yahudi meresahkan umat Islam. Merespon sikap pelecehan ini, KAMMI UNY mengadakan diskusi keummatan Sabtu, 29 September 2012 untuk memberikan edukasi publik dan bagaimana sikap kita selaku kaum muslimin. Acara yang dihelat di Masjid Mujahidin UNY ini mengundang Ustad Irfan S. Awwas selaku pembicara tunggal dalam forum diskusi ini. Ketua Majelis Mujahidin Indonesia ini mengungkapkan kenapa justru orang-orang yang cinta kepada Islam dituduh sebagai teroris dan rohis dianggap sarang teroris.

          “Ini merupakan fitnah terhadap gerakan-gerakan Islam. Barat membenci Islam atas nama pemberantasan terorisme. Kata Imam Syafii, orang yang dibuat marah lalu tidak marah adalah keledai. Dalam konteks ini, jika umat Islam dibuat marah oleh non Islam dan responnya tidak marah, itu sama saja dengan keledai. Karena dia membiarkan Nabi dihina” ujarnya.

          Ustad Irfan juga menjelaskan, film ini menunjukkan orang kafir berusaha memberikan stigma buruk terhadap Islam. Cara lainnya dengan merubah cara pandang melalui cara berpakaian, gaya hidup, dan sebagainya. Ideologi baru yang dimaksud juga berupa liberalism, lesbianism, demokrasi dengan tujuan agar orang Islam berkompromi bersikap lunak terhadap masalah aqidah, akhlak, muamalah, dan sebagainya atau bersikap toleran terhadap orang kafir. Jika tidak toleran dianggap sebagai Islam fundamfentalis, garis keras, dan radikal. Menghadapi serangan ini, yang perlu dipegang setiap muslim adalah saudara, meskipun berbeda gerakan dan jamaahnya. Apapun gerakannya, tugas kaum muslimin adalah meninggikan kalimat Allah.

          Pada acara ini KAMMI UNY juga mengundang elemen gerakan lainnya untuk memberikan pandangannya terhadap kasus ini. Perwakilan Indonesia Tanpa JIL menyatakan, hal ini merupakan serentetan penghinaan agama. Kasus penghinaan agama dulu pernah dilakukan Salman Rushdie (1989) dengan menerbitkan novel Ayat-Ayat Setan dan Poster-poster tentang Islam dan karikatur Nabi Muhammad SAW dalam koran Jyland Posten di Denmark. Kesimpulan yang dapat dibaca adalah terdapat upaya yang sistematis untuk menodai agama Islam. Solusi untuk menghadapinya adalah kembali berjamaah, bukan menonjolkan masing-masing gerakan.

          Sementara aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyampaikan agar umat Islam jangan sampai otaknya tercuci dengan adanya permainan media.
Ditermin lain, delegasi KAMMI menyampaikan harusnya kita banyak-banyak berdoa bukan banyak-banyak emosi, meski dalam beberapa hal mengharuskan kita emosi atas penistaan agama yang dilakukan oleh orang-orang kafir melalui perang pemikiran. Perang pemikiran lebih kompleks daripada perang senjata. Cari menghadapinya dapat melalui medium pemikiran juga, salah satunya KAMMI UNY mengadakan diskusi keummatan ini.


          Pengurus PMII menyerukan agar umat Islam harus bersatu meninggikan kalimat Allah. PMII mengambil sikap tegas terhadap penistaan agama dan menyerukan agar sabar terhadap penghinaan tersebut.
         
          Di kutub lain pengurus Takmir Masjid Mujahidin yang diberi kesempatan untuk tampil mengingkatkan agar umat Islam jangan terjebak pada narsisme golongan, sehingga rapuh dan tidak kokoh. “Upaya pencerdasan umat harus kembali digelorakan, yaitu back to masjid! Karena masjid bukanlah hanya sarana ibadah saja, tetapi masjid adalah miniatur peradaban yang menjadi pusat forum keilmuan” katanya. Kesabaran dalam menghadapi perkara ini, harus diimbangi dengan kecerdasan untuk mengatasi terjadinya Islamophobia di kalangan masyarakat akibat menerima informasi yang salah tentang Islam.


 Mifta Damai Riningtyas
 Aktivis KAMMI UNY



Rabu, 24 Oktober 2012

Kunjungan ke KPID DIY


          Berkembangnya industri media di era post modern, memposisikan dirinya sebagai pilar demokrasi keempat. Media massa kini dapat bebas memberitakan atau menayangkan acara selama tidak melanggar kode etik jurnalistik. Selain itu, media sekarang dijadikan medium yang efektif untuk mempancarluaskan pelbagai propaganda. Terhangat yang membuat kaum muslimin murka, diedarkanya film “the Innocent of Muslim” di situs youtube dan jejaring sosial. Sontak saja, perkara ini memancing amarah umat Islam seluruh jagad yang tak terima kemuliaan agamanya dinodai.

          Para aktivis KAMMI dan lembaga dakwah di Indonesia melayangkan protes via Komisi Penyiaran Informasi Pusat. KAMMI Sleman pun melakukan kunjungan ke Komisi Informasi Daerah DIY Selasa, 2 Oktober 2012 untuk membicarakan hal ini. Di kantor KPID Jln. Brigjen Katamso. Rombongan yang terdiri dari Dedy Yanwar El Fani (Ketua KAMMI Daerah Sleman), Vivit N.A. Putra, Bara Brelian, Khairul, dan Arif Djatmiko ini disambut Rahmat Arifin (Ketua KPID DIY), Mohammad Zamroni (Bidang Kelembagaan), Ahmad Ghozali Nurul Islam (Bidang Pengawasan Isi Siaran), dan Sukiratnasari (Bidang Pengawasan Isi Siaran).

          Ketika mengomentasi marak aksi protes atas film penistaan Islam, menyatakan komputer KPI Pusat sampai error lantaran banyaknya protes via SMS yang masuk. “Bedanya kerja lembaga sensor film dengan KPI, kalau lembaga sensor film menyeleksi tayangan sebelum diputar di media sedangkan KPI mengontrol tayangan setelah ditayangkan media televisi” ujarnya.

          "KAMMI Sleman meminta agar KPI tetap independen dan memberikan punishment kepada televisi yang menayangkan acara asusila dan tak sesuai dengan norma ketimuran" pinta Dedy. “Sekarang di DPR RI sedang dibahas revisi UU No. 32 tahun 2002 tentang penyiaran. Silahkan teman-teman KAMMI memberikan masukan agar tercipta undang-undang yang baik” tanggap Ahmad Ghozali.

          Sesuai norma yuridis di muka, KPI mempunyai tugas pokok regulasi, pengawasan, dan pengembangan. Bagi warga Yogyakarta yang akan menyampaikan pengaduannya tentang acara televisi bisa kirim SMS via 081227894444 dan KPI Pusat 081213070000. Mari kawal dan adukan acara televisi yang tidak sehat.


Vivit Nur Arista Putra
Aktivis KAMMI Daerah Sleman